Pasangan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari Photo: PBSI
badmintonupdate.com – Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari gagal melanjutkan langkahnya di turnamen Princess Sirivannavari Thailand Masters 2026 BWF World Tour Super 300.
Pasangan peraih medali perak Sea Games 2025 itu harus mengakui keunggulan pasangan ganda putri China Bao Li Jing/Li Yi Jing 11 – 21, 21 – 16, 15 – 21.
Ana/Trias mengawali laga dengan buruk. Awal game pertama dibuka dengan selalu berada dalam tekanan. Kesalahan kesalahan sendiri yang terlalu sering dilakukan membuat mereka tertinggal jauh 4 – 11 di interval game pertama.
Selepas interval, Ana/Trias mencoba bermain lebih agresif, namun defense kokoh berhasil ditunjukkan ganda Tiongkok dengan beberapa kali melakukan pengembalian menyulitkan yang membuat pasangan Indonesia mati langkah.
Tampil seperti kebingungan sepanjang game pertama, Ana/Trias dipaksa menyerah dengan angka telak 11 – 21.
Masuk di jeda permainan peralihan game, Coach Karel Mainnaky dan Nitya Krishindah Maheswari memberikan instruksi untuk lebih menambah variasi serangan.
Mengawali game kedua, pasangan Indonesia langsung tertinggal 0 – 3. Sempat menyamakan kedudukan di angka 3 – 3, kesalahan kesalahan sendiri yang banyak dilakukan Ana membuat pasangan Indonesia tertinggal 8 – 11 di Interval game kedua. Ana tercatat 2 kali melakukan kesalahan servis di paruh pertama game kedua.
Selepas jeda, Ana/Trias mencoba meningkatkan intesitas seranganya, mereka berhasil menyamakan kedudukan di angka 12 – 12. Dua kesalahan beruntun dari pasangan Indonesia membuat mereka kembalu tertinggal 12 – 14. Momentum ganda Putri Indonesia diraih setelah mereka berhasil mengemas 7 angka beruntun untuk unggul 19 – 14.
Pengembalian yang memanjang dari Bao Li Jing dipoint 16 – 20, memaksa laga harus dilanjutkan ke game penentuan.
Memasuki game ketiga, pasangan Indonesia kembali mengawali dengan ketertinggalan 0 – 4. Kesalahan kesalahan sendiri kembali sering dilakukan. Pasangan China menutup interval game ketiga dengan keunggulan 7 angka 11 – 4.
Selepas jeda, Bao Li jing melakukan kesalahan servis, setelah itu pasangan Indonesia meraih 6 angka beruntun untuk menipiskan jarak menjadi 10 – 11.
Pasangan China merespon dengan membalas meraih 6 angka beruntun untuk kembali menjauh 17 – 10. Tak dapat berbuat banyak setelah terus tertekan, pasangan Indonesia menyerah 16 – 21 digame penentuan.


Tinggalkan Balasan